Thursday, April 2, 2015

Hubungan Ilmu Budaya Dasar dan Prosa

Prosa terdapat dua jenis yaitu prosa lama dan baru. prosa lama seperti dongeng,hikayat,sejarah,dll. prosa baru seperti cerpen,novel,biografi,dll. prosa disebut juga narrative fiction,fiction, atau bisa disebut juga cerita rekaan atau cerita yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi yang mempunyai pemeran,peristiwa, dan alur. dari prosa dapat diambil nilai-nilai informasi,warisan budaya, keseimbangan wawasan dan juga memberikan kesenangan.

Prosa dan IBD saling berhubungan karena dalam bahasa latin ibd disebut juga humanus yang berari manusia berbudaya yang halus. sastra ataupun prosa sangat penting karena sastra mempelajari masalah bahasa dan menggunakan bahasa itulah terciptanya budaya dan dengan bahasa manusia dapat saling berkomunikasi dan melahirkan ilmu pengetahuan. sastra atau prosa itu sendiri juga dapat membahas masalah-masalah kemanusiaan dan dapat dijadikan pelajaran hidup.

Dengan cerita-cerita fiksi,dongeng,hikayat,cerpen,novel,dll maka terciptalah pengetahuan berbudaya dan ilmu pengetahuan dari suatu cerita tersebut. prosa juga dapat mempengaruhi mindset manusia seperti halnya cerita bawang merah bawang putih yang membuat mindset kalau ibu tiri itu jahat, atau juga seperti cerita cerita hikayat dan dongeng lainnya yang dapat mempengaruhi pemikiran manusia.

Cerita prosa juga bisa menjadi pelajaran hidup manusia yang dapat diambil hikmahnya serta juga dapat membuat manusia merasakan hal yang sama dari cerita tersebut. Prosa juga membuat keseimbangan wawasan bila manusia tersebut membacanya. karena banyak juga cerita yang mengandung tentang budaya leluhur atau yang lainnya.

Dengan penjelasan diatas sangat jelas bahwa IBD dan Prosa sangat berhubungan dikarenakan bahasa,budaya,dll adalah identitas individu dan juga identitas sekelompok manusia maka ada baiknya bila kita mempelajari IBD. Prosa juga dapat membentuk karakter mindset manusia dan membuat budaya di sekitarnya serta manusia dapat saling mengetahui hal-hal leluhur atau semacamnya dari prosa tersebut.

salah satu contoh sinopsis prosa "BAWANG MERAH BAWANG PUTIH"


Di suatu desa tinggalah seorang janda dan dua anaknya.Janda itu bernama Mbok Rondo dan dua anaknya bernama Bawang Merah anak kandungnya sedangkan anak tirinya bernama Bawang Putih.Mbok Rondo tidak meperlakukan baik kepada Bawang Putih ia hanya sayang kepada Bawang Merah.
Suatu hari Bawang Putih disuruh ibunya mencuci pakaian ibunya dan Bawang Merah tetapi ketika sedang mencuci selendang ibunya hanyut terbawa arus sungai,Bawang Putih takut pulang ke rumah karena akan dimarahi.
Ketika ia pulang tanpa membawa selendang ibunya ibunya marah dan ia menghukumnya tidak boleh pulang sebelum selendang itu ketemu.Bawang Putih bertanya kepada orang yang sedang mencuci,ada yang bilang bahwa selendang itu dibawa oleh Nini Buto Ijo.
Konon katanya Nini Buto Ijo jahat,tetapi Bawang Putih tidak peduli ia tetap akan pergi ke rumah Nini Buto Ijo. Ketika sudah sampai rumah Nini Buto IJo Bawang Putih mengetuk pintu rumahnya dan Nini Buto Ijo muncul.
Bawang Putih bertanya, “apa benar Ni selendang saya ada di Nini?”.
“Benar”, jawab Nini.
“Apa saya boleh mengambil selendang saya Ni?”, tanya Bawang Putih.
“Boleh asalkan kamu harus membantu saya memasak dan lain lain dan kamu harus menginap”, jawab NiNi. Akhirnya Bawang putih setuju dia akan menginap.
Ketika dia akan memasak dia melihat alat masaknya adalah tulang manusia
Tetapi dia tidak takut yang penting ia bisa mendapatkan selendang ibunya. Ketika Bawang merah sudah menginap beberapa hari ia boleh pulang,tetapi ia harus memilih labu besar atau kecil, ia memilih yang kecil.

Ketika sampai rumah labu itu dibelah ketika dibelah isinya adalah perhiasan, dan Bawang Merah iri akhirnya ia mengikuti Bawang Putih tetapi ia sengaja menjatuhkan selendangnya dan dia juga disuruh memasak dan akhirnya ia juuga memilah labu yang besar ketika dibelah dirumah isinya adalah ular ibunya dan Bawang Merah lari ketakutan.


Tema         : Kebaikan akan Mengalahkan Kejahatan

Karakter    : 1. Bawang Putih: Cantik, sabar, protagonis
                    2. Bawang Merah: Bermuka dua, antagonis
                    3. Ibu Bawang Merah: Tritagonis, bermuka dua, jahat

Setting       : 1. Tempat: ~ Disebuah desa , ~ disebuah rumah nenek
                     2. Waktu: ~ Pada zaman dahulu, ~ Suatu hari , ~ Keesokan harinya
                     3. Suasana: ~ Berduka

Alur           : Maju

Sudut Pandang: 3, Karena terdapat Nama tokoh


Amanat      : Kita harus sabar dan tabah dalam menghadapi apapun yang terjadi ,dengan sabar dan ikhlas menjalaninya serta tabah kepada Tuhan YME maka kita akan mendapatkan kebaikan dari apa yang kita lakukan, tetaplah bersikap baik kepada orang yang jahat. dan amanat yang dapat diambil lagi jangan melihat sesuatu dari covernya dan juga janganlah menjadi orang serakah.

warisan budaya: karena cerita bawang merah bawang putih inilah kita jadi beranggapan saudara dan ibu tiri itu jahat. dan betapa menyedihkannya bila kita menjadi seperti bawang putih. padahal tidak selamanya seperti ini

No comments:

Post a Comment