Wednesday, October 26, 2016

REVIEW JURNAL SIPIL

1.       Judul jurnal yang saya ambil untuk di review:
a.  INTERAKSI KEKUATAN LENTUR DAN BERAT VOLUME PELAT BETON RINGAN TUMPUAN SEDERHANA BERTULANGAN BAMBU (JURNAL 1)
b. PENGARUH VARIASI SEMEN PASIR AGREGAT SERTA VARIASI PENAMBAHAN SERAT BAMBU PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN (JURNAL 2)
c.  PENGARUH MUTU BETON TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU DENGAN KAIT (JURNAL 3)

2.       Alasan mereview 3 jurnal tersebut:
a.       Saya tertarik dengan struktur, maka dari itu saya mengambil jurnal dengan judul tersebut
b.       Saya mereview jurnal yang digunakan untuk meneliti hal yang bersifat empiris
c.       Permasalahan jurnal yang saya review didukung dengan data
d.       Perumusan masalah jurnal yang saya review jelas dan variabel yang akan diteliti tampak
e.       Kesimpulan jurnal yang saya review dapat diuji oleh siapapun

3.       Abstrak dari ketiga jurnal yang akan saya review:
a.       INTERAKSI KEKUATAN LENTUR DAN BERAT VOLUME PELAT BETON RINGAN TUMPUAN SEDERHANA BERTULANGAN BAMBU:
Perkembangan Ilmu dalam bidang Kontruksi pada masa sekarang di indonesia begitu pesat .salah satu teknologi beton yang berkembang dalam usaha pembuatan rumah tahan gempa adalah penggunaan beton ringan.Mengingat bahwa Sumber daya Alam yang sudah mulai susah di daur ulang mulai dikembangkan tulangan pengganti baja dengan menggunakan Bambu sebagai tulangan ,adapun pemanfaatan limbah bambu seperti penggunaan Serat bambu sebagai filler pada beton.
Tugas akhir ini membahas mengenai Pengaruh Komposisi Semen dan Agregat kasar Batu Apung Terhadap Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Bambu dengan Campuran Serat Bambu. Dalam penelitian ini elemen yang digunakan adalah balok berukuran 20 cm x 15 cm x 160 cm .Penentuan komposisi semen dan agregat pada penelitian ini menjadi pembahasan dalam pengujian balok.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total 12 benda uji dengan 4 rancangan benda uji. Benda uji dibuat berdasarkan perhitungan sampel dengan percobaan faktorial sebagian.masing masing benda uji yaitu serat bambu 40 gram komposisi semen agregat 1:2:1 rasio tulangan 1% , serat bambu 40 gram komposisi semen dan agregat 1:2,5:1,5 rasio tulangan 1,5%, serat bambu 150 gram komposisi semen dan agregat 1:2:1 rasio tulangan 1,5% dan serat bambu 150 gram komposisi semen dan agregat 1:2,5:1,5 rasio tulangan 1% .
Hasil pengujian menunjukan bahwa kekakuan komposisi tinggi 1:2:1 lebih kaku dan kuat menahan beban sehingga lendutan yang didapatkan lebih kecil dibandingkan dengan komposisi 1:2,5:1,5 .Namun pada penelitian ini mengalami perbedaan antara uji coba dengan teori yang ada . Salah satu penyebabnya adalah ketidak kompak nya antara bambu dan beton, sehingga daya lekat bambu terhadap beton kurang.Pada perhitungan statistik uji anova satu arah diketahui bahwa belum ada pengaruh komposisi semen dan agregat pada beton bertulang bambu dengan serat.

b.       PENGARUH VARIASI SEMEN PASIR AGREGAT SERTA VARIASI PENAMBAHAN SERAT BAMBU PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN:
Beton merupakan material konstruksi yang terdiri dari campuran semen, agregat halus, agregat kasar, dan air. Beton memiliki kerugian salah satunya berat sendiri dari beton yang besar. Pengurangan masa jenis beton adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi berat sendiri beton konvensional salah satunya dengan menggunakan batu apung (pumice) untuk menggantikan batu pecah.
Kerugian lain dari beton konvensional yaitu kuat tarik yang rendah sehingga mudah retak. Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir keretakan pada beton akibat adanya gaya yang bekerja salah satunya yaitu dengan menambahkan serat pada campuran beton ringan. Pada penelitian ini, dengan dilakukan peninjauan terhadap perbandingan semen, pasir, dan batu apung yang beragam (yaitu : 1:1,9:0,75; 1:2:0,75; dan 1:2,1:0,75) serta prosentase serat bambu yang beragam (1%, 1,2%, dan 1,4% dari berat semen) akan diteliti bagaimana pengaruhnya terhadap kuat tekan beton ringan. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil kuat tekan yang menunjukkan bahwa penambahan serat bambu meningkatkan kuat tekan namun tidak signifikan.
Pada perbandingan 1:2,1:0,75 prosentase peningkatan kuat tekan dari kandungan serat bambu 1% ke 1,2% sebesar 2,84%. Sedangkan prosentase peningkatan kuat tekan dari kandungan serat bambu 1,2% ke 1,4%, sebesar 3,13%. Sementara pada perbandingan 1:1,9:0,75 prosentase peningkatan kuat dari kandungan serat bambu 1% ke 1,2% sebesar 8,77%. Sedangkan prosentase peningkatan kuat dari kandungan serat bambu 1,2% ke 1,4% sebesar 7,74%. Namun pada perbandingan 1:2:0,75 terjadi penurunan kuat tekan pada penambahan serat 1,4%, hal ini dikarenakan pada saat pengecoran dengan serat 1,4% nilai slump yang diperoleh lebih tinggi daripada saat pengecoran dengan serat 1% dan 1,2%.
Sementara pada variasi perbandingan semen:pasir:agregat terdapat pengaruh terhadap kuat tekannya, meskipun pada perbandingan 1:2:0,75 terdapat penurunan kuat tekan yang disebabkan karena kesalahan teknis pada saat proses pengecoran.

c.       PENGARUH MUTU BETON TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU DENGAN KAIT:
Beton bertulang merupakan material konstruksi yang digunakan dalam hampir semua bangunan. Tulangan yang digunakan pada beton berfungsi untuk menahan tegangan tarik. Satu alternatif tulangan untuk beton yang jumlahnya akan selalu terbaharui adalah bambu. Meskipun bambu memilliki tegangan tarik yang tinggi namun tegangan lekat antara beton dan tulangan bambu masih rendah sehingga kapasitas beban yang dapat ditahan oleh beton bertulangan bambu masih rendah.
Maka pada penelitian ini tulangan bambu diberi kait untuk meningkatkan kapasitas beban maksimum. Penelitian ini membahas tentang pengaruh mutu beton terhadap kuat lentur balok beton bertulangan bambu dengan kait. Variasi mutu beton yang dibuat adalah 20 MPa dan 30 MPa. Benda uji pull out berukuran 15x25x30 cm sebanyak 16 buah untuk menguji kuat lekat tulangan bambu dengan kait dan balok berukuran 18x28x160 cm sebanyak 24 buah untuk menguji kuat lentur balok. penelitian ini menggunakan metode analisis varian multi ragam (anova) rancangan setengah faktorial untuk menghemat tenaga, biaya dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kuat lekat beton bertulangan bambu dengan kait untuk mutu beton rendah sebesar 0,383 MPa, sedangkan untuk mutu beton tinggi sebesar 0,379 MPa.
Uji statistik dengan metode anova menunjukkan pengaruh mutu beton terhadap kuat lekat belum dapat terlihat. Beban maksimum rata-rata balok untuk mutu beton rendah sebesar 7016,67 kg dan untuk mutu beton tinggi adalah 6187,5 kg. Uji statistik dengan metode anova rancangan setengah faktorial menunjukkan terdapat pengaruh antara mutu beton dan kuat lentur.

4.       Tahap-tahap penelitian:
1. Tahap Perencanaan.
    1.1. Penentuan Judul
    1.2. Latar Belakang Masalah
    1.3. Perumusan Masalah
    1.4. Penentuan Batasan Masalah
    1.5. Tujuan dan Manfaat Penelitian
    1.6. Metode Pengumpulan Data
    1.7. Sistematika Penulisan
    1.8. Jadwal Rencana Kegiatan
2. Tahap Pelaksanaan.
    2.1. Pengumpulan Data
    2.2. Pengolahan Data
    2.3. Analisis Data
    2.4. Penafsiran Hasil Analisis Data
3. Tahap Pembuatan Laporan Penelitian
    Ada  3 golongan pembaca laporan
    penelitian, yaitu :
    1. Kalangan Akademisi
    2. Sponsor Penelitian
    3. Masyarakata Umum (biasanya dalam
        bentuk ringkasan) 

1.       kesesuaian jurnal dalam kaidah penulisan jurnal:

  1. (JURNAL 1): Pada kaidah penulisan jurnal tersebut telah sesuai karena adanya latar belakang pembuatan jurnal, perumusan dan batasan masalah, tujuan pembuatan jurnal, metode yang digunakan, hasil dari penelitian, serta kesimpulan.
  2.  (JURNAL 2) dan (JURNAL 3): Pada kaidah penulisan jurnal, jurnal ini kurang adanya perumusan dan batasan masalah serta tujuan penulisan, melainkan adanya tinjauan pustaka.